Tampilkan postingan dengan label Anindha Hasna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anindha Hasna. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Purwokerto: Rumah Honai Papua


Diterima pada tanggal: 7 Maret 2014
Ngomongin buku sama Anin, saya lagi suka novel-novel klasik. Misalnya Pride and Prejudice, Canting, dan Ronggeng Dukuh Paruk. Ah Ronggeng Dukuh Paruk masih jadi novel klasik favorit saya sejauh ini, selain alasan Oka Antara sebagai Rasusnya di versi film. 

Buat saya yang seringnya baca novel duluan daripada nonton filmnya, Ronggeng Dukuh Paruk versi novel lebih bagus dari versi film. Banyak detail-detail penting yang tidak ditampilkan di sana. Lain halnya dengan Perahu Kertas yang menurut saya malah bagus versi filmnya. Saya malah nggak pernah bosan nonton Perahu Kertas berkali-kali :)


Jumat, 23 Mei 2014

Purwokerto: Tanah Karo


Diterima pada tanggal: 18 Februari 2014
Saya dan Anin bisa saling berkirim gara-gara saya mengobral oleh-oleh JVWF 2013 di shout out Card to Post. Persediaan oleh-oleh masih banyak dan saya bingung mau mengirim ke siapa. Setelah saya obral di shout out, tentu jadi banyak yang mau dan titip alamat. Tanpa pikir macam-macam saya kirim ke semua orang yang pingin kartu-kartu VW itu, cukup banyak sih, dan saya tidak mencantumkan alamat saya biar penerima mudah membalasnya. Ternyata iya, sebagian besar kartu pos yang saya kirim tidak berbalas.


Waktu awal menjadi anggota Card to Post-pun banyak kartu-kartu saya yang tidak berbalas. Saya kurang ide untuk request ke alamat anggota lain yang sering muncul di ruang pamer, saya malah repot-repot mencari di ruang keluarga. Lumayan sih, banyak yang menerima request-an saya. Tapi ada masalah lagi, saya baru mengirim ke alamat-alamat itu lamaaa setelahnya. Jadi kartu pos saya baru sampai ke penerima pada saat penerima itu tidak aktif lagi di Card to Post. Jadi kesimpulannya, kirimlah kartu pos-kartu posmu ke orang-orang yang aktif berkirim, atau bisa dibilang, sering mejeng di ruang pamer. Pasti di balas! :)