Tampilkan postingan dengan label Tane Andrea Hadiyantono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tane Andrea Hadiyantono. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Yogyakarta: The Epic Adventure of Miss Pig and Prince Lawrence


Diterima pada tanggal: 30 Maret 2014
Saya bertemu Tane pertama kali pada acara Jogja Postcard Collector di Museum Pendidikan Indonesia pada tanggal 14 Maret 2014.  Tidak hanya Tane, saya bertemu banyak teman-teman CardtoPost Jogja juga pada acara itu. Sebut saja Mas Juno, yang langsung saya kenali di pintu masuk dengan rambut kribonya, Mas Aam, Mbak Ella, Janti, Mas Petrik, Della, dan Mbak Fida. 

Acara itu selesai sekitar pukul 5 sore tapi kami masih terus ngobrol sampai sehabis isya. Dalam obrolan itu Tane bercerita tentang projek kartu pos berserinya berjudul The Epic Adventure of Miss Pig and Prince Lawrence yang baru separuh selesai. Tane pun mengajak kami untuk ikut membuat lanjutan ceritanya. Setelah semua jadi, ia akan menyebarkan kartu-kartu berserinya secara acak, kemudian pada meet up selanjutnya kami akan menyusun kartu pos yang kami terima untuk disambung-sambungkan dan mereka-reka cerita di balik kartu-kartu itu. Kali ini saya menerima cover depannya :)

Selasa, 27 Mei 2014

Yogyakarta: Serigala Abu-Abu

 

Diterima pada tanggal: 8 Maret 2014
Warna serigala dari Tane ini sewarna dengan abu vulkanik yang disemburkan Gunung Kelud. Begitu kerennya Gunung Kelud ini menurut saya. Merapi saja yang dekat sekali tidak pernah menghujani kami sedasyat ini, justru Gunung Kelud yang jauhnya di Jawa Timur malah membuat awan kota kami 'mendung' seharian. 

Waktu itu saya sedang ada di kampus pusat dekat Kaliurang, pesantrenisasi tahap I. Subuh itu kami sudah dibangunkan dengan suara toa kakak-kakak pembimbing yang menyuruh kami segera bersiap untuk solat subuh di mesjid. Setelah kami bangun dan keluar menuju mesjid, ternyata tanah di sekitar rusunawa berubah warna menjadi kelabu. Kami pun batal subuhan di mesjid. Sisa pagi itu saya gunakan untuk menghafal surat-surat yang akan diujikan siangnya sambil melihat hujan abu di luar jendela kamar. Syahdu...

Rabu, 21 Mei 2014

Yogyakarta: Pohon Cherry California

 

Diterima pada tanggal: 20 Januari 2014
Kartu pos pertama dari Tane datang sendirian dan saya temukan sendiri di bawah pintu garasi. Saya sangat jarang menerima kartu pos langsung, biasanya orang rumah yang menerimanya. Intensitas saya bertemu dengan Pak Pos pun berarti juga jarang. Tapi pernah, pertemuan saya dengan Pak Pos di suatu siang sehabis pulang dari kampus. Tapi lagi-lagi bukan kartu pos yang saya terima, Pak Pos hanya membawa beberapa tagihan kartu kredit dan sebuah paket. 

***

"Hai Pak Pos!" saya selalu bilang begitu tiap yang saya bukakan ternyata manusia berjaket oranye, berhelm oranye, dan motornya juga oranye. 
"Paket mbak. Dengan mbak siapa? Silakan tanda tangan di sini dan nama terang."
"Dengan Oneng, Pak." jawab saya sambil tanda tangan di tanda bukti penerimaan paket.
"Oh kamu to yang namanya Oneng?" 

***

Ternyata Pak Pos saya masih muda, berkaca mata, dan rambutnya agak kriwil. Siang itu mengenakan mantel plastik tipis, dan sedikit buru-buru waktu saya ajak ngobrol tentang kartu pos. 


Beberapa kiriman kartu pos kemudian, saya tidak pernah bertemu lagi dengan si Pak Pos, kartu-kartu hanya ditinggalkan di bawah pintu garasi. Sesekali ditemukan mbak Tino saat sedang nyapu, atau Runa yang akan pergi main.